Halaman

Jumat, 03 Agustus 2012

Penyebab Keracunan Makanan

Umumnya keracunan terjadi akibat kelalaian manusia, mulai dari tidak higenisnya makanan, mencari keuntungan berlebih, perusakan lingkungan dengan tercemarnya sumber makanan dan yang terkejam teroris yang menggunakan racun sebagai senjata. Keracunan makanan efeknya dapat terjadi cepat ataupun lambat dan semakin memburuk dari hari ke hari tergantung penyebabnya. Gejala keracunan ringan biasanya berlangsung 1 - 2 hari akan hilang.

Secara Garis Besar leracunan dibagi menjadi dua:

1. Infective Agent yang terdiri dari Virus, Bakteri dan Parasit.

    a. Virus

  • Norwalk Virus,  Penularan melalui air, kerang, sayur yang terkontaminasi kotoran, bahkan ditularkan orang lain. Gejala: sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala dan demam.
  • Rota Virus, Menular melalui area umum seperti taman atau tempat bermain dan makanan yang terkontaminasi kotoran. Gejala: muntah-muntah dan diare.
  • Hepatitis A, Dari makanan yang terkontaminasi kotoran. Gejala: demam mendadak, nafsu makan hilang, kelelahan, timbul penyakit kuning yang ditandai menguningnya warna pada bola mata dan kulit.
    b. Bacteria
  • Salmonella, Berasal dari makanan mentah atau dimasak kurang matang, seperti telur, unggas, produk-produk susu dan seafood. Gejala: mual, muntah, diare, sakit kepala. Bakteri ini berbahaya bagi yang memiliki penyakit HIV/AIDS atau kanker, karena sistem immun yang tidak baik.
  • Campylobacter, Berasal dari makanan mentah atau kurang masak, seperti susu, unggas, dan air yang terkontaminasi lotoran hewan. Gejala: demam ringan, diare encer, sakit kepala dan sakit pada otot.
  • Staphylococcus Aureus, Berasal dari makanan yang mengandung krim dan pasta, seperti pai, makaroni, telur, salad tuna, kentang dan produk-produk susu. Gejala: mual mendadak, muntah yang parah, pusing-pusing dan kram perut.
  • Bacillus cereus, Berasal dari nasi, makanan-maknan yang mengandung zat tepung seperti pasta dan kentang. Gejala: mendadak sering muntah-muntah, kadang disertai diare dan kram perut.
  • Eschericial Coli, Berasal dari daging yang kurang matang, susu, jus atau air sumur yang terkontaminasi. Gejala: diare berair yang parah dan bisa berubah menjadi diare berdarah, serta paling berbahaya dapat menyebabkan gagal ginjal dan kematian.
  • Shigella, Air yang terpolusi zat buangan manusia. Gejala: dwmam diare berdarah atau berlendir dan gangguan pencernaan.
  • Clostridium Botulinum, Dari makanan kaleng, madu, sosis dan seafood. Gejala: menyebabkan gangguan syaraf, yang ditandai oleh gangguan pengelihatan, lalu berkembang menjadi gangguan bicara, bernafas dan kesulitan bergerak.
  • Vibrio Cholerse, Dari makanan yang terkontaminasi, seafood mentah atau kurang matang. Gejala: Menyebabkan diare, kram perut, sakit kepala, mual, muntah, demam yang disertai menggigil.
    c. Parasit
  • Giardia, Penyebabnya adalah meminum air terkontaminasi, biasanya berasal dari sungai, danau ataupun aliran air di pegunungan. Menyebabkan diare berair yang bisa berlangsung 1 - 2 minggu.
  • Cyptosporidium, Dari air terkontaminasi, menyebabkan diare berair yang berlangsung 2-4 hari.
2. Toxic Agen, disebabkan umumnya oleh Jamur beracun, Pestisida pada sayur atau buah ataupun makanan dari hewan / tumbuhan yang tidak umum, yang penyimpanannya belum memenuhi syarat.
  • Jamur Beracun, Tergantung jenis jamurnya, gejalanya biasa jadi antara ringan sampai dengan mematikan. Biasanya ditandai mual, muntah,dan diare. Jenis tertentu menyebabkan gangguan pada syaraf dan menyebabkan korban berkeringat, berhalusinasi, menggigil dan tidak sadar.
  • Pestisida, dari sayur dan buah terkontaminasi yang tidak dicuci bersih menyebabkan pengelihatan kabur, sakit kepala, kram, diare, tangan dan kaki gemetar, tubuh menjadi lemas, produksi liur meningkat.
  • Ciguatera, Racun yang berasal dari ikan tropis tertentu yang tidak umum dimakan dan penyiapan hidangannya kurang baik. Gejala: sakit pada otot, kaku atau kebas pada area mulut yang menjalar sampai ke bagian tubuh lainnya, mual, muntah, jantung berdebar cepat dan pusing-pusing.
  • Scomraid, Berasal dari seafood (kebanyakan dari ikan Tuna) dan terdapat juga pada keju swiss. Menyebabkan rasa terbakar pada area mulut, ruam-ruam mulut pada sekujur tubuh bagian atas, pusing-pusing dan gejala-gejala pada kulit. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...